Selasa, 11 September 2018

Buffered Reader

Hasil gambar untuk koding


Di postingan kali ni Padil akan ajarkan kalian membuat program dengan inputan. Di postingan sebelumnya https://falkonvirus.blogspot.com/2018/09/menghitung-volume-dengan-jcreator.html Padil udah ajarn koding untuk menghitung kubus menggunakan program sederhana. Kali ini Padil akan kasih cara mengubah program menghitung volume kubus menjadi sebuah inputan.

Fungsi inputan ini yaitu agar program yang kita buat bisa dipakai untuk siapa saja, dan nilainya tidak konstan atau bisa diisi sesuai keinginan kita. Kalau menggunakan program biasa seperti waktu lalu, kita sudah menentukan angka tertentu nih buat keterangan inputnya, nah kalau ini kita bisa ganti dengan angka berapapun karena menggunakan inputan. 

Kali ini aku akan pakai metode inputan dengan Buffered Reader, apa sih itu Buffered.. Buffered Reader merupakan salah satu Class Library yang disediakan oleh Java OOP untuk melakukan proses Input Class. Class tersebut dapat dipanggil dengan melakukan import library. 

Seperti ini nih yang mau tau penampakan dari Buffered Reader :


Secara garis besar, kurang lebih begitulah bentuk kerangka umum inputan. Oh iya, disini Padil pakai inputan Buffered ya guys. Nah ini dia contoh menghitung volume kubus menggunakan inputan :


Gambar diatas merupakan program untuk menghitung volume kubus menggunakan Buffered, tidak terlalu banyak perbedaan jika tidak menggunakan Buffered kan. Hasilnya pun berbeda jika menggunakan Buffered, akan tampak seperti ini :


Selamat mencoba....

Fungsi Key dalam Koding

Didalam suatu program, kita memiliki rangka tertentu untuk membangun sebuah program. Nah buat kalian yang belum tau apasih yang harus kita ketik, yang penting untuk kita ketik, yang bisa dihilangkan, atau bisa digantikan dama menulis program, nih Padil kasih tau beberapa key-key dasar untuk kalian. Selamat mencoba dan jangan lupa kunjungi postingan Padil yang lain guys.. J 

1. Key Pembuka


Nah, key pembuka ini wajib banget nih guys kalo mau membuat suatu program. Ada dua jenis pembuka untuk program, tapi di postingan kali ini Padil mau kasi contoh satu dulu ya guys buat kalian yang mau tau contoh kedua stay tune di blog Padil okee..


2. Kurung Kurawal

Dalam  suatu program, ada lagi nih yang nggak kalah pentingnya dari key pembuka, yaitu kurung kurawal. Dalam program, kurung kurawal merupakan sebuah pasangan, dimana kalo kita memberikan kurung pembuka, kita harus memberikan kurung penutup. Jadi kalo kita kurang satu kurung saja, program kamu bisa eror loh guys. Karena itu untuk membuat sebuah program diperlukan keelitian yang tinggi.

3. Input, Output Proses

Padil udah pernah jelaskan tentang IPO ini buat kalian yah, kalo kalian lupa kalian bisa cek lagi di : https://falkonvirus.blogspot.com/2018/09/input-output-dan-proses.html

4. Titik Koma

Nah ini nih yang nggak kalah pentingnya. Dalam membuat program jangan lupa memberikan titik koma (;) di akhir setiap inputan atau perintah kamu ya.. Karena tanpa tanda yang satu ini program kamu juga bakalan eror. Untuk key pembuka dan penutup tidak perlu ditambah tanda ini, hanya untuk inputan, proses dan output saja ya yang ditambah kan.

5. Tanda Petik

Nah, untuk mengakhiri program atau menuliskan output, kita pasti butuh suatu perintah yang harus kita keluarkan. Perintah itu harus kita beri tanda petik (“) di kedua sisinya, yaitu didepan dan belakang perintah. Perintah ini akan secara otomatis keluar bila kita run file. Terletak didalam kurung setelah System.out.println. Jadi jangan sampai ketinggalan petiknya yaa, dan jangan lupa kalau petik selalu berpasangan didepan dan di belakang.

Senin, 10 September 2018

Input, Output dan Proses

Hallo gaess balik lagi di postingan aku kali ini. Kali ini aku akan jelasin apasih Input Proses dan Output atau yang biasa disebut IPO itu. Nah ayo scroll..

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, didalam suatu pemrograman kita memerlukan Input Proses dan Output. Input merupakan isi atau suatu hal yang telah diketahui yang akan kita inputkan atau masukkan kedalam suatu proses. Proses adalah suatu rumus atau algoritma penyelesaian sebuah masalah. Sedangkan output adalah hasil dari sebuah proses yang telah diinputkan. Dalam program latihan kita kali ini, Padil telah mengelompokkan yang mana input, proses dan output agar lebih mudah dipahami.

A.      Input


Seperti penjelasan sebelumnya, input merupakan isi yang telah diketahui dalam sebuah program. Disini padil memberikan contoh program yaitu penghitungan volume menggunakan Java. Nah, padil akan kasih tau nih mana yang merupakan input dalam program diatas. Yang ada didalam kotak merah merupakan input, yaitu isi yang telah kita ketahui. Untuk menemukan volume kubus, kita harus tau dulu nih, panjang, lebar dan tinggi dari kubus. Nah itulah yang dimaksud dengan input, yaitu sebuah nilai yang akan kita gunakan untuk menemukan volume kubus.

B.      Proses


Dalam program ini kita akan menghitung volume kubus, nah didalam suatu program, hal ini lah yang disebut dengan proses atau sebuah penyelesaian masalah dengan menggunakan suatu rumus atau cara untuk menyelesaikan masalah. Untuk mengetahui nilai dari vloume kubus, kita tahu bahwa rumus kubus adalah p.l.t  . Maka kita memasukkan rumus itu kedalam proses volume kubus. Ingat, didalam bahasa java, perkalian atau kali dapat dilambangkan dengan operator *(bintang).



C.      Output


Yang dimaksud output dalam program sebenarnya adalah output ini sih, cuman padil mau kasih tau aja kalo ada outputhasil yang merupakan hasil dari apa yang kita buat dalam IPO. Dalam gambar contoh diatas, yang ada didalam kotak merah merupakan koding output untuk menampilkan hasil dari proses. Kita bisa menggunakan System.out.println untuk menampilkan sebuah proses.


Nah guys, gambar diatas merupakan suatu hasil dari output. Karena kita mengoutputkan untuk mengetahui volume kubus, maka akan keluar volume kubus yang telah kita hitung dalam proses tadi.

Okeee... sekian dulu yang dapat Padil sampaikan, selamat bertemu di postingans selanjutnyaaa

Pengertian Variabel, Syarat menjadi Variabel, Contoh Variabel

Hasil gambar untuk abcd

Hallo gaess, assalamualaikum semuanya... Di postingan kali ini aku akan kasih tau sesuatu yang penting nih didalam koding suatu program. Apa itu.. yatu aku akan membahas tentang variabel. Kenapa sih harus variabel, emang seberapa penting sih varabel itu.. Nah simak aja ya gaes yang udah gak sabar cusss

A.     A. Pengertian Variable 
      Variabel adalah pemberian sebuah label atau nama untuk mewakili nila tertentu.

A.      B. Syarat untuk pemlihan Variabel 

1     1. Variabel berupa huruf
           Contoh :
 

Seperti yang kita lihat pada contoh diatas bahwa huruf a, b, dan c merupakan variabel yang mewakili nilai atau angka 12, 55, dan 72.

2.       Variabel bisa berupa suatu kata
              Contoh :


Seperti yang kita lihat pada contoh diatas kita menggunakan kata angka,bilangan dan cuwawawa sebagai variabel yang mewakili nilai 12, 55 dan 72.

3.       Variabel bisa berupa huruf kecil dan kapital
             Contoh :

Pada gambar contoh diatas kita menggunakan huruf kapital di paling depan sebagai variabel untuk mewakili nilai 12, 55 dan 72.

4. Variabel hanya bisa terdiri dari 1 kata. Tidak boleh ada spasi dalam variabel 
    Contoh :


Karena dalam variabel tidak boleh ada spasi, maka contoh diatas salah. Sebagai pemisah suatu kata, variabel dapat dipisah menggunakan pengganti spasi, yaitu :

Kita dapat menggunakan garis bawah sebagai pemisah pengganti spasi seperti contoh diatas. Kita juga bisa menggunakan :


Nah, sebagai pengganti spasi, kita bisa menggunakan garis bawah atau langsung digabung saja dua kata tersebut menjadi satu, seperti kedua contoh diatas.

5 .Variabel dapat menggunakan angka dan huruf, tetapi kalau angka saja tidak bisa ya..
          Contoh :

      Karena tidak boleh menggunakan angka saja, maka contoh diatas salah ya guys.. Ini padil kash contoh yang benar :


Gimana kalian semua udha paham kan, kalo ada yang belum silahkan komen dibawah ya. dan kalau ada saran juga bisa komen dibawah okee


Macam - Macam Tipe Data dalam Coding

Assalamualaikum semuanya, halo :) Di postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang tipe data beserta jenisnya dalam bahasa java. Bagi kalian yang sudah mengenal bahasa pemrograman pasti kalian sudah mengerti sedikit tentang bahasa-bahasa atau kata apa saja yang dapat digunakan didalam java. Tapi buat kalian yang belum pernah mengetahui tentang bahasa pemrograman, saya akan mengulas sedikit tentangnya. So, simak terus yah :)




Dalam bahasa Java, Java memiliki 11 macam tipe data yang terdiri atas tipe data sederhana dan referensi / komposit. Tipe sederhana meliputi short, float, doublebyte, int, long, char dan boolean yang terbagi menjadi 3 tipe. Sedangkan tipe data referensi meliputi class,array dan interface.

A. Tipe Data Sederhana

1. Bilangan Bulat
    Tipe data yang masuk menjadi bagian ini adalah byte, short, int dan long. Semua tipe data ini bersifat  Signed, yaitu bisa mempresentasikan nilai positif dan negatif.

    a. Integer ( int )
        Tipe ini merupakantipe yang paling banyak dipakai dalam merepresentasikan angka dalam Java, dikarenakan dianggap paling efisien dibandingkan dengan tipe-tipe integer lainnya. Tipe Int banyak digunakan untuk indeks dalam struktur pengulangan maupun dalam konstruksi sebuah array. Selain itu, secara teori setiap ekspresi yang melibatkan tipe integer byte, short, int, long) semuanya akan dipromosikan ke int terlebih dahulu sebelum dilakukan proses perhitungan. Contoh pemakain  Integer dalam program Java :



   b. Long 
       Tipe ini digunakan untuk kasus-kasus tertentu yang nilainya berada di luar rentang tipe int, karna tipe ini punya range paling tinggi dibanding Integer lainnya. Dengan kata lain, tipe long terpaksa digunakan jika data memiliki range diluar range int. Contoh penggunaan Long dalam program Java :



     c. Short 
        Pada umumnya diaplikasikan pada komputer-komputer 16-bit, yang saat ini semakin jarang                       keberadaanya.  Contoh penggunaan Short dalam program Java :



   d. Byte
       Type byte umumnya digunakan pada saat kita bekerja dengan sebuah data stream dari suatu file maupun jaringan, yaitu untuk kepeluan proses membaca/menulis. Selain itu, tipe ini juga digunakan saat bekerja dengan data biner yang tidak kompatibel dengan tipe-tipe lain yang didefiniskan di dalam Java. Contoh penggunaan Byte dalam program Java :



2. Floating Point ( Bilangan Pecahan )
     Tipe floating-point digunakan untuk merepresentasikan nilai-nilai yang mengandung pecahan atau           angka decimal di belakang koma, seperti 3.1416,5.25, dan sebagainya. Bilangan semacam ini disebut         sebagai bilangan riil. Dalam Java tipe ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu float, dan double.
  
     a. Float
         Tipe ini digunakan untuk menandakan nilai–nilai yang mengandung presisi atau ketelitan tunggal (single-precision) yang menggunakan ruang penyimpanan 32-bit. Presisi tunggal biasanya lebih cepat untuk processor-processor tertentu dan memakan ruang penyimpanan setengah kali lebih sedikit dibandingkan presisi ganda (double precision). Permasalahan yang timbul dari pemakaian tipe float untuk nilai-nilai yang terlalu kecil atau justru terlalu besar, karena nilai yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat. Contoh penggunaan Float dalam program Java :

   b. Double
       Tipe ini mengandung tingkat ketelitian ganda atau presisi ganda (double precision) dan menggunakan ruang penyimpanan 64-bit untuk menyimpan nilai. Tipe double tentu lebih cepat untuk melakukan perhitungan-perhitungan matematis daripad tipe float. Untuk perhitungan yang bersifat bilangan riil dan menghasilkan hasil yang lebih akurat, maka lebih baik menggunakan tipe double. Contoh penggunaan Double dalam program Java :


c. Char
     Tipe data char merupakan tipe untuk menyatakan sebuah karakter. Untuk karakter-karakter yang tidak dapat diketikkan secara langsung melalui keyboard, java menyediakan beberapa escape sequence (pasangan karakter yang dianggap sebagai karakter tunggal). Escape sequence tidak dianggap sebagai String, melainkan tetap sebagai tipe karakter khusus.


Sekian yang bisa aku bagi di postingan kali ini, makaish buat kalian semua yang setia mantengin postngan aku, bikin semangatku nambah buat bikin postingan terus. So, makasih buat kalian semua dan selamat bertemu dipostingan aku selanjutnya...
Jangan lupa komen yaa.. kalau kalian ada saran juga silahkan langsung komen dibawah muah :v

Menghitung Volume dengan JCreator

Assalamualaikum semuanya, halo :) Di tutorial kali ini saya akan membagikan bagaimana menghitung volume kubus dengan menggunakan koding bahasa java. Bagi kalian yang sudah mengenal bahasa pemrograman pasti kalian sudah mengerti sedikit tentang bahasa-bahasa atau kata apa saja yang dapat digunakan didalam proyek kita kali ini. Tapi buat kalian yang belum pernah mengetahui tentang bahasa pemrograman, saya akan mengulas sedikit tentangnya. So, smak terus yah :)

Sama seperti yang telah saya jelaskan diawal, saya menggunakan bahasa pemrograman java disini. Kenapa harus menggunakan Java? Nah, Padil mau kasih tau dulu nih, kenapa sih kita harus pakai bahasa java. Yang paling utama yaitu karena bahasa jaa sendiri adalah bahasa pemrograman yang paling gampang untuk dimengerti, apalagi untuk pemula seperti kita semua. Nggak kebayang kan kalo kita baru bersentuhan dengan program, dan kita langsung memakai koding yang begitu ribet dan susah sebagai bahasa pemrograman kita. Makanya Padil saranin pakai bahasa java dulu yang mudah untuk dipahami dang diingat. Langsung saja yuk kita coba.

Hal pertama yang harus kita siapkan adalah sebuah projek file untuk membuat proses yang akan kita buat. Buat kalian yang belum memiliki wadah projek file, saya berikan cara mebuatnya, silahkan di klik Pembuatan File JCreator.

Jika sudah memiliki file nya, kita ketikkan koding dibawah ini ya :)


Jika sudah klik build - build file jika proses completed maka tidak ada kesalahan dalam program kalian. Jika sudah tidak ada kesalahan kalian bisa lihat hasilnya dengan mengklik run - run file.
Maka hasilnya akan seperti ini :



Pembuatan File JCreator

Hallo guys, buat kalian yang mau belajar ngoding, disini tempatnya. postingan kali ini padil mau kasih rekomendasi apss buat kalian yang mau belajar,dan gimana caranya buat file di apps tersebut. Simak terus blog aku yaaa

Yak, kita langsung masuk topik pembahasan kita kali ini yaa. Padil mau kasi tau 2 rekomendasi aplikasi buat kalian yang mau belajar ngoding. Koding sendiri banyak ya bahasa pemrogramannya, nah kalo padil, selama ini padil masih menggunakan bahasa pemrograman Java. Yang mana bahasa Java itu mudah sekali untuk para pemula seperti kita ini yang mau belajar ngoding.

Waktu SMK, padil dikasi recomend apps yaitu aplikasi Java Netebans, apklikasinya sih enteng buat laptop or komputer kalian, lagian juga mudah untuk menggunakannya. Disamping itu kalau menggunakan Netbeans ini, kalian bisa lihat langsung hasil outputnya atau hasil jadinya gimana sih hasil dari koding yang kalian rancang dan buat itu. Tapi, untuk postingan-postingan padil kali ini padil ngga pake aplikasi Netbeans ya guys.

Nah, karena sekarang Padil uda masuk ke semester 2 perkuliahan, jadi sekarang padil pakai aplikas yang lebh rumit daripada Netbeans, yaitu JCreator. Sebenarnya ya nggak terlalu ribet sih, cuman kalo dibandingin sama si Netbeans mungkin ini agak membingungkan, karena di outputnya, kita hanya bisa liat hasil dari koding kita tanpa tahu ebntuknya nanti seperti apa.

Jadi padil mau kasih kalian semua tutorial tutorial koding menggunakan aplikasi Java JCreator ya guys, buat kalian yang belum punya aplikasinya, kalian bisa download di websitenya yaa. jangan lupa untuk download JDK nya juga ya, karena tanpa JDK hasil yang kita buat tidak akan bisa kita run output nya :)
Buat kalian yang udah punya aplikasinya, ayo langsung kita praktikan bagaimana cara membuat file didalam JCreator.

CARA MEMBUAT FILE DIDALAM JCREATOR
Disini padil pakai JCreator Pro 5.0 ya guys, ngga beda jauh kok dengan versi - versi lainnya.

1. BUAT FOLDER
    Pertama - tama, kita buat folder dulu didalam laptop kita, misal disini Padil kasih nama tempat Kerjaku. Kalau sudah, next step

2. BUKA APLIKASI JCREATOR



Nah guys, beginilah tampilan utama JCreator.

3. BUAT TEMPAT PENGERJAAN
    Nah, setelah ke open JCretaornya, maka kita akan buat suatu projek pengerjaan. Dalam projek pengerjaan, kita perlu wadah atau tempat untuk meletakkan koding yang akan kita buat ini. nah beginlah langkahnya.

a. Klik File - New - Blank Workspace
  Kalian bisa menemukan tombol file di bagian title bar dipojok kiri atas aplikasi kalian. setelah itu ikuti langkah di atas ya. Nah, setelah mengklik Blank Workspace, kalian akan disuruh memberi nama workspace kalian dna tempat penyimpanan file kalian. Nah, untuk penempatan WorkSpace nya kalian bisa pilih didalam folder yang telah kalian buat di awal tadi ya guys. Untuk penamaannya kalian bisa beri nama apapun, nah disini padil kasih nama kerjaku. Setelah itu kalian bisa klik finish.

b. Klik File - New - Project
   Kalian bisa temuin ini di tempat yang tadi, didalam title bar New, setelah itu jika kita tadi klik workspace, maka sekarang kita klik project karena kita akan membuat projek. Setelah klik projek kalian bisa pilh Empty Project - Next. Kalian bisa isi nama projek kalan sesuka hati, disini saya memberikan nama Kerjaku pada projek saya. Untuk penyimpanan file kalian bisa masukka ke dalam folder yang tadi. Lalu klik next and finish.

c. Klik File - New - File
   Setelah kalian membuat new workspace dan new project, ini adalah langkah terakhir untuk membuat wadah pengerjaan, yaitu new file. Setelah kalian klik new file, kalian bisa klik Empty Java File - Next. Lalu kalian bisa memberinya nama dan seperti biasa, file diletakkan dalam folder yang tadi. Disini saya memberi nama kerjaku1. Ingat ya, untuk pemberian nama file tidak boleh ada spasi. Setelah itu klik finish.

Nah, sudah selesai deh. Sekarang kita sudah punya tempat perngerjaan untuk koding kita. Untuk tutorial selanjutnya kalian bisa ikuti terus blog saya, untuk saat ini cukup sekian dan selamat mencoba... :) Jangan lupa untuk save yah ;)